Hubungan Internasional, Pengertian, Pola,
Arti Penting dan Sarananya.
Pengertian Hubungan Internasional
Hubungan internasional atau hubungan antarbangsa
merupakan interaksi manusia antarbangsa baik secara individu maupun kelompok,
dilakukan baik secara langsung maupun secara tidak langsung dan dapat berupa
persahabatan, persengketaan, permusuhan ataupun peperangan.
Pola Hubungan
Antarbangsa
Ada tiga macam pola hubungan antar bangsa,
yaitu:
Penjajahan suatu bangsa atas bangsa lain,
ketergantungan suatu bangsa atas bangsa lain dan hubungan sama derajat.
- Pola Penjajahan:
Penjajahan
pada hakekatnya adalah penghisapan oleh suatu bangsa atas bangsa lain yang
ditimbulkan oleh perkembangan paham kapitalis, di mana negara penjajah
membutuhkan bahan mentah bagi industrinya dan juga pasar bagi hasil
industrinya. Inti dari penjajahan ini adalah penguasaan wilayah bangsa lain.
- Pola Ketergantungan:
Umumnya
terjadi pada negara-negara berkembang yang karena kekurangan modal dan
tekhnologi untuk membangun negaranya, terpaksa mengandalkan bantuan
negara-negara maju yang akhirnya mengakibatkan ketergantungan pada
negara-negara maju tersebut. Pola hubungan ini dikenal
sebagai neo-kolonialisme (penjajahan dalam bentuk baru).
- Pola Hubungan Sama Derajat:
Pola
hubungan ini sangat sulit diwujudkan, namun merupakan pola hubungan yang paling
ideal karena berusaha mewujudkan kesejahteraan bersama, sesuai dengan jiwa sila
kedua Pancasila, yang menuntut penghormatan atas kodrat manusia sebagai
makhluk yang sederajat tanpa memandang ideologi, bentuk negara ataupun sistem
pemerintahannya. Politik luar negeri bebas aktif yang kita pilih menghindarkan
bangsa kita jatuh ke paham kebangsaan yang sempit atau Chauvinisme yang
mengagung-agungkan bangsa sendiri namun memandang rendah bangsa lain. Juga menghindarkan paham Kosmopolitisme yang memandang seluruh dunia
sebagai negeri yang satu dan sama sehingga mengabaikan negeri sendiri.
Dalam menjalankan politik luar negeri yang bebas
aktif ini bangsa Indonesia menjalin pergaulan dan kerjasama antar bangsa,
dipimpin oleh presiden sebagai kepala negara.Dalam melakukan kerjasama dan hubungan
internasional ini presiden dibantu oleh departemen luar negeri yang dipimpin
seorang menteri luar negeri, para duta dan konsul yang diangkat presiden untuk
negara-negara lain serta duta-duta dan konsul-konsul negara lain yang diterima
oleh presiden. Hak mengangkat duta dan konsul ini sesuai dengan Pasal 13
Undang-Undang Dasar 1945 dipegang oleh presiden dengan memperhatikan
pertimbangan DPR. Dalam menerima duta dan konsul negara lain, presiden juga
harus meminta persetujuan dari kepala negara asal duta dan konsul tersebut
dalam bentuk Surat Kepercayaan (lettre de credance).
Arti Penting Hubungan dan Kerjasama Internasional.
Menurut Prof. Dr. Kusuma Atmaja, hubungan dan
kerjasama antar bangsa muncul karena tidak meratanya pembagian kekayaan alam
dan perkembangan industri di seluruh dunia sehingga terjadi saling
ketergantungan antara bangsa dan negara yang berbeda.Karena hubungan dan
kerjasama ini terjadi terus menerus, sangatlah penting untuk memelihara dan
mengaturnya sehingga bermanfaat dalam pengaturan khusus sehingga tumbuh rasa
persahabatan dan saling pengertian antar bangsa di dunia.
Sarana Hubungan Internasional
Menurut J. Frankel (1980) ada berbagai sarana
yang dapat dipergunakan oleh negara-negara dalam melakukan hubungan internasional,
yaitu: diplomasi, propaganda, hubungan ekonomi dan militer.
- Diplomasi
Diplomasi merupakan seluruh kegiatan untuk
melaksanakan politik luar negeri suatu negara dalam hubungannya dengan bangsa
dan negara lain. Diplomasi dapat bersifat bilateral (melibatkan dua negara)
atau multilateral (melibatkan lebih dari dua negara). Instrumen diplomasi ada
dua yaitu deplu yang berkedudukan di ibukota negara, merupakan “otak”nya dan
perwakilan diplomatik yang berkedudukan di ibukota negara penerima yang merupakan
“panca indera dan penyambung lidahnya.”
Dalam mewakili negara dan bangsanya, seorang
diplomat memiliki tiga fungsi dasar yaitu sebagai lambang, sebagai wakil
yuridis yang sah sesuai hukum internasional dan sebagai perwakilan politik.
Sedangkan tugas seorang diplomat dapat dibagi
menjadi empat fase pokok diplomasi, yaitu: perwakilan (representation),
perundingan (negotiation), laporan (reporting) dan perlindungan
kepentingan bangsa, negara, dan warga negaranya di luar negeri.
- Propaganda
Propaganda adalah usaha sistematis untuk
mempengaruhi pikiran, emosi dan tindakan suatu kelompok demi kepentingan
masyarakat umum. Ada dua hal
yang membedakan diplomasi dan propaganda:
- Propaganda ditujukan kepada rakyat negara tersebut, bukan pemerintahnya.
- Propaganda dilakukan hanya demi kepentingan negara pembuat propaganda.
- Ekonomi
Hubungan internasional melalui sarana ekonomi
tidak mutlak dilakukan oleh pemerintah, swasta pun dapat berperanan besar, baik
selama masa damai maupun dalam situasi perang. Semua negara terlibat dalam
hubungan ekonomi untuk mendapatkan barang yang tidak dapat diproduksinya
sendiri. Keuntungan lainnya dari perdagangan internasional adalah diperolehnya
suatu barang melalui sistem produksi yang paling efisien dan murah.
- Kekuatan Militer dan Perang
Berlawanan dengan ekonomi, bidang militer
benar-benar dikuasai oleh pemerintah. Bidang militer sangat mempengaruhi
diplomasi karena memiliki kekuatan militer yang tangguh akan menambah rasa
percaya diri, sehingga bisa mengabaikan ancaman-ancaman dan tekanan lawan yang
dapat mengganggu kepentingan nasionalnya. Kekuatan militer diperlihatkan dalam
parade militer di hari-hari nasional untuk menggertak dan memperingatkan
negara-negara lawan sehingga perang dapat dihindarkan. Perang adalah pilihan terakhir.
Sumber: http://wayansuyadnya.wordpress.com/1-1-hubungan-internasional-pengertian-pola-arti-penting-dan-sarananya/
Sumber: http://wayansuyadnya.wordpress.com/1-1-hubungan-internasional-pengertian-pola-arti-penting-dan-sarananya/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar